Tentang Talang, Begini Cara Menghitung Kapasitas Pipa Air Hujan!

Tentang Talang, Begini Cara Menghitung Kapasitas Pipa Air Hujan!

Kapasitas Pipa Air Hujan – Setiap bangunan pada dasarnya sangat membutuhkan sistem perpipaan yang baik. Tidak hanya untuk saluran air bersih, tetapi juga untuk saluran air kotor seperti air hujan. Saluran air hujan atau yang biasa disebut talang berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air hujan yang masuk ke tempat pembuangan yang tepat.

Tujuan pembuangan air hujan adalah seperti tanah, sumur resapan, tangki penyimpanan air hujan, dan lain sebagainya. Jika talang tersumbat atau melebihi kapasitasnya, dapat menyebabkan rembesan air hujan pada dinding, plafon dan sambungan atap.

Untuk pemasangannya, talang ini diletakkan di atas atap rumah. Talang akan dipasang secara horizontal dan vertikal. Selain itu, tingkat kemiringan yang sesuai standar juga harus diperhatikan.

3 Jenis Talang Air Hujan

Ada berbagai macam jenis talang air yang biasanya digunakan sebagai talang air hujan. Yakni talang yang terbuat dari batu atau beton, talang logam, dan talang yang terbuat dari pipa pvc. Masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan.

talang hujan dari beton

Pada umumnya talang batu dan beton merupakan talang tradisional yang digunakan oleh masyarakat jaman dahulu. Talang ini umumnya dibuat bersentuhan antara atap dengan bangunan tetangga. Karena terbuat dari beton, dipastikan talang jenis ini memiliki kapasitas yang lebih besar. Namun, hal ini dibarengi dengan harga yang mahal. Kekuatannya tergantung pada lapisan waterproofing yang baik.

talang logam

Sedangkan talang air yang terbuat dari logam atau seng dan galvalum merupakan talang air yang banyak diminati di Indonesia. Dengan harga yang murah, talang seng dapat dibentuk dengan mudah sesuai kebutuhan Anda. Namun, kerugiannya adalah talang ini cenderung lebih cepat berkarat.

talang pipa air hujan

Nah, jenis yang terakhir ini adalah talang yang terbuat dari plastik atau biasa disebut pipa atau PVC. Mereka murah dan cukup mudah ditemukan dalam bentuk yang sudah jadi. Namun umur dari PVC sendiri harus diperhatikan karena melihat ketahanannya terhadap cuaca, PVC bertahan dengan sangat baik hanya selama dua tahun. Setelah itu akan timbul beberapa permasalahan seperti material rapuh, retak, atau bocor. PVC juga sangat populer lho untuk digunakan sebagai talang air hujan. Kapasitas air hujan yang ditawarkan PVC bukanlah lelucon.

Menghitung Kapasitas Pipa Air Hujan

Seperti yang telah disebutkan di atas, air hujan yang jatuh di atap rumah dan masuk ke aliran atap akan dialirkan ke tempat yang seharusnya. Untuk menyalurkan air hujan diperlukan talang pipa air hujan dengan diameter minimal 3 inchi dan dilanjutkan pada talang horizontal dengan kemiringan 0,5 sampai 1%.

Untuk menghitungnya, kembali ke kebutuhan dan konstruksi rumah yang sudah dibangun. Kapasitas masing-masing talang akan disesuaikan dengan kapasitas pembangunan rumah. Namun biasanya, rata-rata kapasitas penghitungan pipa air hujan adalah sebagai berikut:

  • Diameter 3 ", volume 255 ltr / menit
  • Diameter 4 ", volume 547 ltr / menit
  • Diameter 5 ", volume 990 ltr / menit
  • Diameter 6 ", volume 1610 ltr / menit
  • Diameter 8 ", volume 3470 ltr / menit
Baca:  Menghitung Kebutuhan Semen untuk Bangun Rumah

Dengan melihat curah hujan rata-rata di Indonesia yang mencapai 5-8 ltr / menit, jika rumah memiliki luas atap 150 meter persegi, maka jumlah pipa air hujan yang dibutuhkan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.

  • Luas atap = 150m2
  • Rata-rata hujan di Indonesia = 8 ltr / menit (ambil angka terbesar)
  • Curah hujan = 150 m2 x 8 ltr / menit = 1.200 ltr / menit
  • Jika talang digunakan = diameter 3 "
  • Maka talang yang dibutuhkan sebanyak 1.200 / 3 = 4 buah

Jadi untuk mempercepat pembuangan air hujan pada atap rumah dengan luas 150m2, yang Anda butuhkan hanyalah 4 pipa berdiameter 3 ā€¯untuk dapat mengalirkan kemungkinan air hujan turun dalam 1 menit.

Hal lain tentang pipa air hujan

sambungan pipa air hujan

Setelah mengetahui berapa jumlah pipa yang dibutuhkan sesuai dengan luas atap rumah anda, selanjutnya mari kita pikirkan bagaimana cara menyambung pipa dalam satu pertemuan agar tidak tumpah ditempat yang tidak boleh tumpah. 39; t.

Jika Anda membutuhkan lebih dari satu talang, maka Anda perlu belokan dan sudut. Pertemuan ini terkadang lebih rentan terhadap kerusakan dan kebocoran. Oleh karena itu, jangan lupa gunakan sambungan talang yang sesuai dengan ukuran dan model talang yang Anda gunakan! Manfaatkan juga sealant silikon pada sambungan untuk mencegah kebocoran.

Selanjutnya corong talang juga harus diperhatikan karena tempat pengumpulan aliran air ini sangat rawan terjadi kebocoran. Hal ini disebabkan tumpukan sampah, dedaunan, dan kapasitas air hujan yang berlebih. Selain rajin mengecek kotorannya, kamu juga wajib mengecek kondisi corong talang.

Sekali lagi, memasang talang hujan bukanlah rencana yang sederhana. Hal tersebut perlu diperhatikan secara matang karena Indonesia sendiri secara geografis terletak dengan tingkat intensitas hujan yang sangat tinggi.

Saat ini yang biasa digunakan adalah talang air dari bahan yang berbahan dasar logam seperti zinc, aluminium, zincalum, atau galvalum dan tentunya pipa PVC. Silakan pilih sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda. Agar lebih mudah, Anda bisa langsung chat dan berkonsultasi di CS WhatsApp Super Bangun Jaya.

Baca juga: Sebagian Besar Masalah Terjadi pada Sistem Perpipaan Rumah

Super Bangun Jaya menyediakan berbagai kebutuhan material bangunan untuk Anda. Mulai dari Bahan Dasar Hingga Finishing, Lengkap! Super Bangun Jaya juga berhasil mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk melayani pembelian secara online. Jadi bagi anda yang sedang membutuhkan solusi talang air, silahkan hubungi Super Bangun Jaya!

Follow Instagram @superbangunjaya dan Halaman Facebook Like Super Bangun Jaya untuk mendapatkan informasi edukasi dan promo menarik setiap hari!

Postingan Tentang Talang, Begini Cara Menghitung Kapasitas Pipa Air Hujan! muncul pertama kali di Produk Terbaik.