Fungsi Kultivator Sebagai Alat Pertanian

Pembudidaya adalah mesin pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah sekunder. Penggarap bekerja dengan menggunakan gigi yang sedikit tertanam di tanah sambil ditarik dengan tenaga penggerak, umumnya menggunakan traktor. Pembudidaya lain (anakan berputar) menggunakan gerakan memutar cakram dan roda gigi untuk mencapai hasil yang sama.

Para pembudidaya mengaduk dan menghancurkan gumpalan besar tanah, sebelum penanaman (untuk menganginkan tanah) atau setelah benih atau bibit ditanam (untuk membunuh gulma). Berbeda dengan garu yang mengaduk sebagian besar permukaan tanah, pembudidaya hanya mengaduk sebagian tanah dengan hati-hati agar tidak mengganggu tanaman pertanian.

Proses kerja seorang pembudidaya adalah mengaduk dan menghancurkan gumpalan besar tanah, sebelum tanam (untuk menganginkan tanah) atau setelah benih atau bibit ditanam (untuk mematikan gulma). Berbeda dengan garu yang mengaduk sebagian besar permukaan tanah, pembudidaya hanya mengaduk sebagian tanah dengan hati-hati agar tidak mengganggu tanaman pertanian.

Penanam jenis gigi menyerupai perajang tetapi cara kerjanya berbeda. Penggarap hanya bekerja di permukaan, sedangkan bajak bekerja lebih dalam ke tanah. Sehingga penggunaan pembudidaya membutuhkan daya tarik yang lebih sedikit dibanding membajak.

Penggunaan teknologi mekanis ini juga bertujuan untuk membasmi tanaman pengganggu, memperbaiki aerasi tanah, menjaga kadar air tanah, mendorong mikroorganisme bekerja lebih aktif, mengembangkan suplai hara dalam tanah, dan mengendurkan tanah sehingga penetrasi akar tanaman pokok tanaman lebih banyak. efektif.

Manfaat Menggunakan Alat Kultivator

  1. Kualitas pengolahan tanah yang lebih baik (lebih dalam dan lebih longgar)
  2. Efisiensi (waktu lebih cepat, biaya lebih rendah)
  3. Praktis dalam penggunaan (ringan / mudah dikendalikan)
  4. Ringan dan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan pekerjaan
Baca:  Harga Genset Yanmar